Rabu, 05 September 2012

"Huilo Huilo, Hotel Unik Yang Ad di Dunia"





Entahlah bagaimana menggambarkan keadaan hotel ini. Mungkin hanya decak kagum dan terkesima menyaksikan betapa indahnya hotel ini. Dari luar, kesannya biasa saja, bahkan hampir tak ada sesuatu yang istimewa, tapi begitu memasuki ruangan di dalamnya maka kekaguman Anda layak ditumpahkan sekaligus terpana dibuatnya.
Betapa tidak, tampilan luar, seperti sebuah gunung kecil dengan ketinggian mencapai 20-30 meter. Diameternya, kurang lebih 30 meter persegi. Kendati tak terlalu luas, tapi itu sudah cukup bagi Anda untuk menikmati keindahan dan keunikan hotel ini.

Hotel ini namanya Huilo Huilo. Terletak di selatan Chile yang didesain khusus menyerupai gunung. Arsiteknya merancang bangunan hotel ini seperti gunung meletus yang mengeluarkan magma. Tapi, bukan lahar atau magma atau lava yang keluar, melainkan tetesan air seperti air terjun.
Keindahan hotel ini tak hanya di bagian dalam, tapi juga kondisi di sekitarnya. Anda bisa bermain flying fox, menikmati kolam renang, hewan-hewan yang cukup jinak, dan menikmati makanan istimewa.
Bila Anda enggan keluar hotel, mungkin cukup menyaksikan keindahan alam di sekelilingnya melalui jendela yang cukup unik.

Selain itu, di sini juga disediakan restoran yang bisa Anda nikmati seakan sedang berada di hutan dengan desain ruangan yang cukup romantic, cukup untuk dua orang. So, jika punya uang, tempat ini layak jadi rujukan.

"GEISHA"



Geisha berasal dari kata "Gei" yang berarti seni atau pertunjukan dalam bahasa Jepang dan "Sha" berarti orang, jadi Geisha (person of the arts) merupakan seorang seniman tradisional penghibur di Jepang.

Di Kyoto sendiri, kata "Geiko" digunakan untuk gambaran para seniman seperti itu. Kehadiran geisha di abad 18 dan 19 merupakan hal yang umum dan hingga kini merekapun masih tetap ada walaupun jumlah mereka sdh semakin berkurang. Geisha dilatih secara tradisional sejak masa kecil mereka.
Rumah geisha sering membeli gadis-gadis kecil dari keluarga yang miskin dan mengambil tanggung jawab untuk membesarkan dan melatih mereka. Selama masa kanak-kanak, geisha yang dilatih pertama-tama bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai asisten senior rumah geisha, selain sebagai latihan ini juga dipakai untuk membantu kontribusi biaya pemeliharaan dan pendidikan mereka.
Sistem tradisi latihan yang panjang ini masih tetap ada di Jepang, dimana seorang mahasiswa yang tinggal di rumah guru seninya, mulai melakukan pekerjaan rumah yang umum dan mengamati serta membantu gurunya hingga akhirnya berpindah untuk menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Latihan ini memakan waktu beberapa tahun.

"Mount Roraima, Venezuela, Brazil and Guyan"





Mount Roraima adalah tempat luar biasa yang indah. Gunung batu ini berbentuk unik karena seperti kap meja yang berada di awan. Tingginya 400 meter. Satu satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu adalah dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Cara lain yang tidak disarankan adalah yang biasa dilakukan para pemanjat tebing. Di sana hujan nyaris turun setiap hari, menghanyutkan tanaman tanaman menjalar yang berada di atas atap. Walhasil, atap gunung itu menjadi unik, karena bersih dari apapun..alias seperti 'meja kosong'.

"Sungai Pelangi"




Sungai Pelangi, Sungai yang bernama Caño Cristales “River of five colors” ini mempunyai keindahan tersendiri. Sungai ini terletak di Kolombia sebelah utara, daerah yang terpencil, dekat kota La Macarena. Sungai sepanjang sekitar 100 km dengan lebar 20 meter ini memiliki warna-warna indah seperti pelangi dan tempat eksotis ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan


kuda atau bagal. Sungai Pelangi nan indah ini mempunyai alga atau ganggang khusus pada bebatuannya hingga dapat memamerkan warna-warna pelanginya pada saat puncak musim kemarau (antara kedua musim kemarau dan hujan).

Sungai Pelangi ini arus airnya berperan mengatur jumlah sinar matahari yang bisa mencapai ganggang. Pada musim hujan, arus tersebut menjauhkan sinar matahari dari dasar sungai yang dalam hingga alga atau ganggang yang tumbuh di dasar sungai ini tidak dapat bersinar bahkan tenggelam.

Juga di musim kemarau air menjadi dangkal hingga alga atau ganggang tidak mendapat air yang cukup, hal itu membuat warnanya redup bahkan tak tampak sama sekali. Namun keajaibannya terjadi antara penghabisan musim kemarau yang memasuki musim hujan. Di antara musim inilah alam menciptakan kondisi yang sempurna untuk menghidupkan warna merah, kuning, hijau dan biru. di Cano Cristales.

Sayangnya hanya beberapa biro perjalanan yang menawarkan kunjungan ke lokasi Sungai Pelangi, dan keindahannya pun terjadi hanya setahun sekali. Tuhan memang Maha Tinggi, dialah sang pencipta dunia dan segala isinya. Termasuk Caño Cristales yang biasa di sebut juga sungai “lima warna” atau lebih di kenal dengan sungai “Pelangi”.

"FLYING FISH"



Ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada mereka yang besar untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator.

"Ayunan LED Unik"

Ayunan yang dikombinasikan dengan lampu LED dimana bisa menyala pada malam hari sangat jarang ditemukan, ayunan unik ini diciptakan oleh dua orang yang sangat kreatif sekali, mereka adalah, Boaz Cohen dan Sayaka Yamamoto. ayunan LED ini memberikan efek kepada anak dapat mengembalikan lagi memori indah dimasa lalu.

:: Sudah tahu belum Kapal Selam jenis Stealth ::

Salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat akan melelang kapal selam siluman terkenalnya Sea Shadow. Kapal selam antiradar ini sudah menghabiskan dana $195 juta (Rp 1,77 triliun) dalam pengembangannya. Meski pelelangannya dibuka pada harga $50 ribu (Rp 455,3 juta) dan butuh uang muka $10 ribu (Rp 91 juta).

The Courier Mail mel
aporkan bahwa kapal itu jadi populer setelah menginspirasi rumah penjahat James Bond di film "Tomorrow Never Dies".